Kisah Panjang Di Baluti Dengan Kesedihan
Ada pertemuan ada juga perpisahan, ya begitulah kisah ku di waktu itu. Di kala sore itu, aku duduk terbelenggu di depan teras rumah ku sambil mengisap rokok dan meneguk secangkir kopi panas buatan mama, tak sengaja pikiran ku mulai rancu, dan membayankan kembali kisah ku dengan si dia dimasa itu. ya, kisah yang dimana hubungan ku kerap melangkah jauh seakan-akan dia seutuh nya menjadi bagian dari hidupku.
Dulu pertama kenalan, dan menjalani hubungan begitu lama, berbagai kenagan pahit manis kami lewati bersama sehingga hubungan pun kian kokoh, ketika aku mengibaratkan nya kisah ku itu seperti vundasi rumah yang nantinya siap dipakai, kisah ini meyakinkan ku untuk melangkah jauh mengenal dirinya lebih dalam, bukan sebatas itu, bahkan satu persatu ku kenali keluarganya untuk membuktikan kepadanya bahwa aku bukan seperti laki laki yang dia pikirkan. sehingga jalinan ke keluargan antara aku dengan keluarganya kerap amat baik, suatu ketika aku memutuskan untuk pergi jauh dari ke hidupa nya, walaupun kepergianku sangat berat untuk aku jalankan, tetapi berbagai tuntutan menghampiri ku sehingga aku terpaksa untuk pergi. suatu ketika aku berpamitan kepada si dia dan juga keluarganya untuk pergi ke sebuah tempat, tempat itu ku beri nama (kota dingin) Malang, di perjalanan pu aku tak pernah lupa akan bayang nya, seakan-akan raut mukanya yang manis itu terus menghantui pikiran ku sehingga aku pu selalu memikirkan nya, perjalanan begitu panjang Manggarai- Malang tetapi aku selalu mengingatkan nya.
Samapi lah saya ditempat tujuanku, aku pun menelpon nya dan memberikan kabar kepada si dia, setiap hari dan bahkan setiap minggu aku memberikan kabar dengan si dia, sesapailah sesuatu ketika dia menelpon ku dan meminta izin untuk pergi merantau di sebuah tempat, tempat itu tak kalah unik dari tempat yang sekarang saya pijak, tempat itu banyak wisatawan yang ingin mengunjunginya baik itu wisata lokal maupun mancanegara, kota itu adalah pulau Dewata. dan aku pu merestui dia untuk pergi di kota itu, sesampailah dia di Bali dia tak lupa menelpon ku. hari demi hari bahkan tahun demi tahun kami tak pernah lupa memberi kabar, walaupun sebatas telfonan dan cheting-chetingan tetapi itu sangat berarti bagi saya dan juga si dia. tak terasa hubungan ku dengan sih dia kerap kian laman, walau pun kami tak sering bertemu tetapi kami tetap yakin bahwa hubungan yang sesungguhnya adalah ketika saling percaya diantaranya. hubungan kami pun semakin tahun kian semakin kokoh.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat sehingga sapailah pada hari/ tanggal 11 mey 2018 kami merayakan hari jadian ku dengan si dia , 5 tahun kami jalani hubungan ini seakan-akan kian cepat berlalu, di suatu ketika hadir lah orang ketiga diantara kami, sehingga hubungan pun semakin hari semakin rancuh, dulu sering nelpon, cheting-chetingan sekarang mulai berubah dan pada ahirnyapun hubungan kami mulai hancur dan di ahiri dengan putus, walaupun terpaksa dan sulit untuk memberikan keputusan atas hubungan kami, tetapi ahirnyapun aku merelakan dan melepaskan dia pergi degan orang yang dia pilih dan menjadi pendamping sisa hidupnya.
Perih yang begitu dalam aku alami, tetapi dengan keiklasan dan kesabaranku sehingga aku paham bahwa hubungan tidak selalu bersama dan mulai berpikir bahwa dia bukanlah jodoh ku. Tuhan sudah memastikan dan juga menyediakan satu perempuan cerdas yang bakal jadi pendamping hidup kita selamanya.
Maka mantan itu saya mengibaratkan nya seperti tai yang tak bisa kembali ke perut.
Good by mantan terlama ku😂😂😂😂

Komentar
maksi ee