ketika hidup semakin hari semakin redup, entah apa yang menjadi ingatanku, di malam yang sunyi itu, Aku terbaring di kamar tidur ku, aku tak tau apa yang aku harus perbuat, pikiran ku pun mulai bercabang akan hidupku di hari esok, aku tak tau kemana aku harus merana, tanggal pun sudah mulai tua dan menghapiri akan habisnya hari di bulan itu. kawan-kawan seperjuanganku pun mengelu dengan kenyataan yang kami lakoni dihari itu. Nalar pikiran ku mencoba untuk melangkah jauh dan menemukan sebuah solusih untuk bisa memecahkan masalah yang kami hadapi nanti di ahir bulan.
Entah kenapa dan sebenarnya aku pasrah akan kenyataan, tapi bagiku ke pasraan ku membuatku tak mampu menjalni hidup selanjud nya. Masalah masalah pun selalu menghampiruku disetiap penutupan bulan, bulan demi bulan aku lalui tanpa ada solutif baru yang mampu memecahkan persoalan itu,namun di hari dan di bulan itu tepat bulan maria adalah sebuah kisah yang sangat aku ingati, bulan dimana umur ku bertambah satu tahun dan mengenapi usiah ku.
Bapa dan mamapuh mengirimkan ku uang makan yang memang berkecukupan untuk hidup selama sebulan. Tak perlu aku menyebut nominal sepeser uang dikirimnya. tapi bagi saya itu sangat lumayan untuk kehidupanku sebulan mendatang. aku mulai sadar, akan persoalan yang sering aku jumpai dan juga aku menemukan sebuah solutif baru untuk bisa memcakan masalah yang sering aku hadapi di akir bulan, dan akupun berjanji kepada diriku sendiri dan memulai hidupku dihari-hari selanjutnya dengan hidup hemat.
ya ...hidup hemat, adalah salah satu cara supaya pengeluaran ku lebih irit. sehingga aku lewati ahir bulan dengan aman dan tanpa ada persolan-persolan yang aku sendiri hadapi di akhir bulan selanjutnya.
Rajin pangkal pandai Hemat pangkal Kaya, ya pepata itulah yang membuat aku berubah sehingga aku tak lagi mengalami apa yang teman-temanku hadapi di akir bulan.
Rajin pangkal pandai Hemat pangkal Kaya, ya pepata itulah yang membuat aku berubah sehingga aku tak lagi mengalami apa yang teman-temanku hadapi di akir bulan.
Komentar